Kapitalisme Global dan Politik Percepatan
Wacana politik-ekonomi kecepatan dan percepatan kapitalisme global dewasa ini tampaknya sudah menggeser wadah ruang dan waktu. Ukuran kemajuan adalah kecepatan penetrasi dan penguasaan yang dilakukan oleh kapitalisme global. Percepatan tidak hanya sebagai satu tujuan, tetapi juga menjadi sebuah bentuk kebudayaan dan peradaban. Kekuasaan tidak lagi hanya bersumber dari “pengetahuan” tetapi juga kecepatan. Namun, dengan sedikit bekal tenaga yang tersisa menghadapi kapitalisme global, mencuat secercah akal sehat bahwa jangan sampai kecepatan yang mengontrol irama kehidupan dan mengikis dimensi sosial, mental dan spiritual. Kitalah seharusnya yang mengontrol “kecepatan” agar sesuai dengan barkat dan martabat manusia yang memiliki wawasan moral, intelektual dan spiritual.
Kenapa harus berbicara tentang kecepatan dan percepatan dalam wacana politik-ekonomi kapitalisme global dewasa ini? Kenapa tidak berbicara tentang ruang dan waktu sebagai wadah politik-ekonomi? Apakah ruang telah terlalu jauh menjelajahi, diringkas dan dilipat, sehingga kini menjadi tak lebih dari sebuah desa global Mc Luhan, atau bahkan stadion global Guy Debord? Atau disebabkan waktu telah terlalu jauh ‘dibongkar’ dari rentang historisnya, dari rangkaian kronologisnya, dan kini menjadi tak lebih dari waktu tumpang tindih dan campur aduk ahistoris dan skizofrenik Jacques Lacan?
Tampaknya, kini ruang telah dijelajahi sampai sudut terakhirnya (sekurang-kurangnya dalam skala global), dan waktu telah digapai mendekati batas terjauhnya (kecepatan cahaya), sehingga yang tersisa kini dalam politik-ekonomi dan kehidupan sosial hanya discourse kecepatan itu sendiri. Tidak seperti kapitalisme awal, yang melihat kemajuan dari ukuran seberapa ruang (pasar, sumber daya, teritorial) dapat dikuasai dalam satuan waktu tertentu, pada kapitalisme global dewasa ini, ia lebih diukur dari kecepatan penetrasi dan penguasaan itu sendiri.