Prisma

Siasat Sesat Demokrasi Pasar Bebas

Noam Chomsky, Secret, Lies and Democracy (Tucson, Arizona: Odonian Press, 1996), indeks, 127 halaman.

Setelah Uni Soviet dan sekutu-sekutu sosialisnya di Eropa Timur runtuh, dinyatakan bahwa demokrasi (liberal) menjadi satu-satunya sistem politik yang masuk akal untuk seluruh dunia. Amerika Serikat yang selama ini dipercaya dan menganggap diri sebagai kampiun demokrasi, melalui kata-kata Penasehat Keamanan Nasional Anthony Lake, menyatakan diri memperluas “demokrasi pasar” ke seluruh dunia. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi?

Inilah yang disoroti buku Secret, Lies and Democracy yang merupakan kumpulan wawancara radio antara host David Barsamian dan Noam Chomsky dalam program Alternative Radio Series yang disiarkan oleh 100 stasiun radio di AS, Kanada, Eropa, dan Australia. Program radio ini sendiri disiarkan secara interaktif, yakni memberi kesempatan kepada pendengar untuk menyampaikan pendapatnya, hal yang sekarang juga dilakukan oleh sejumlah radio swasta FM di Indonesia.

Chomsky, seorang ahli linguistik, pengajar pada Massachusetts Institute of Technology (MIT), banyak menyoroti sepak-terjang Amerika Serikat di negeri Dunia Ketiga dan bagaimana media mainstream meliputinya. Selain akademisi, Chomsky adalah seorang aktivis sosial, dan di Amerika dia disebut sebagai the world’s greatest dissident dan the most important intellectual alive. Namun, pandangan-pandangannya yang dissident malah membuat semakin banyak orang sadar akan hakikat dari kekuasaan. Uraiannya yang bernas mengenai bagaimana publik disingkirkan dari pengambilan dan penyusunan keputusan memberikan pemahaman baru tentang kejadian di dunia sekarang ini. Keprihatinannya adalah pada nasib orang kecil, baik di negeri-negeri terbelakang maupun negeri kapitalis maju. Keprihatinan ini melintasi batas apapun, ia yang orang Yahudi Amerika ini, misalnya, sangat pro-Palestina (bahkan sejajar dengan sikap orang Palestina semacam Edward Said). Perhatian Noam Chomsky sangat luas, dari Timur Tengah hingga Timor Timur, dari tata ekonomi-politik dunia sampai bahasa, dari hakikat demokrasi sampai asuransi kesehatan. Karyanya antara lain meliputi Manufacturing Consent; World Orders Old and New, Deterring Democracy, What Uncle Sam Really Wants, Language and Responsibility, Pirates and Emperors: International Terrorism in the Real World, The Fateful Triangle: The United States, Israel and the Palistinian, The Washington Connection and Third World Fascism (The Political Economy of Human Rights, Part I), After the Cataclysm: Postwar Indochina and the Reconstruction of Imperial Ideology (The Political Economy of Human Rights, Part II); dan Peace in the Middle East? Reflections on Justice and Nationhood.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan