Prisma

Oentoek Indonesia Raja

Nada imperatif la Marseillaise, lagu kebangsaan Perancis, ”allons, marchons” “ayo, maju” selalu merangsang para ahli musik Indonesia untuk menyandingnya dengan nada imperial yang terpancar dari lagu kebangsaan Indonesia Raya menurut versi asli dari ujungujung tiga baitnya:

Bangoenlah djiwanja, Bangoenlah badannja Oentoek Indonesia Raja.

Sadarlah hatinja, Sadarlah boedinja Oentoek Indonesia Raja.

Madjoelah Negrinja, Madjoelah Pandoenja Oentoek Indonesia Raja. Suatu gerak progresi menakjubkan yang dikemukakan penggubah lagu kebangsaan di atas, yaitu dari “bangun, sadar, dan maju” dalam “bangoenlah jiwanya… sadarlah hatinja… dan majoelah negrinja” di mana semuanya bermuara pada ketunggalan tujuan, yaitu “Indonesia Raja”, Indonesia Besar, Indonesia yang lebih luas dari batas-batas yang dikenal setiap orang, karena Indonesia Raya harus lebih besar dari aslinya.

Ketika Wage Rudolf Soepratman menggubah lagu ini, besar kemungkinan bahwa penggubah sadar sekali tentang dua dimensi “Indonesia Raya”, yaitu yang intensif dan ekstensif. Lagu Indonesia Raya diharapkan dapat memadukan semangat untuk membawa dua-duanya ke dalam kenyataan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan