PIKIRAN tertentu bisa datang berulang kali dan menghantui seseorang. Yang menjadi buah dari pikiran itu mungkin tidak bisa, atau tidak mampu diterima dan dikerjakan menjadi kenyataan. Akan tetapi, tanpa terduga ia datang lagi setiap saat dan “menyerang dan menduduki” seseorang. Itulah yang disebut obsesi. Ilusi lebih menunjukkan salah melihat atau melihat yang salah, atau salah membaca gejala sehingga menilainya sebagai kenyataan yang lebih tinggi atau lebih rendah, lebih besar atau lebih kecil.