Kelas menengah selalu membingungkan sebagai konsep dan tidak meyakinkan sebagai kekuatan, dan malah keberadaannya dipersoalkan. Kalau ada kemajuan —ekonomi berkembang, kebudayaan gilang-gemilang, kesusastraan menerabas kedalaman bumi dan mencakar ketinggian langit, teknologi menawarkan sesuatu yang tidak pernah diimpikan generasi nenek moyang — kesimpulan umum mengatakan kelas menengahnya bergairah dan menggairahkan.
Sebaliknya pun terjadi; bagi ketiadaan kemajuan kesalahan ditimpakan kepada kelas menengah. Kalau kelas itu ada dikatakan tak bertenaga, kalau tidak ada dikatakan bangsa itu sial, dan gagal.