Prisma

Bahasa Soekarno: Indonesia dalam Retorika Dalang

Bahasa Indonesia merupakan pilihan Soekarno dari retorika politiknya. Dengan kemampuannya sebagai penulis dan orator, Soekarno menulis dan mengujarkan cara berbahasa Indonesia yang terbuka, sebagaimana pandangan ideologisnya atas persatuan Indonesia. Cara berbahasa Soekarno ditandai penggunaan dan peleburan bahasa asing maupun bahasa daerah, yang melahirkan berbagai akronim dan ungkapan khusus. Perjalanan sejarah Indonesia yang dibentuk maupun membentuk cara berbahasa Soekarno, pada akhirnya menggeser cara berbahasa dalam keberaksaraan argumentatif menjadi kelisanan yang mengacu kepada retorika dalang.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan