Prisma

Revolusi, Pembangunan, dan Pembebasan Manusia

Menulis warisan intelektual dari salah satu putra kandung Revolusi Agustus 1945 bernama Soedjatmoko adalah memasuki labirin renungan reflektifnya yang dalam dan luas. Renungan reflektif untuk siap menjelajahi mozaik pemikiran Soedjatmoko di antara komitmen kebangsaan dan internasionalismenya, kesadaran mistikus yang berakar pada tanah Jawa sekaligus rasionalisme yang berdaulat sebagai warga dunia, kehendaknya yang tulus untuk mendorong emansipasi sosial sekaligus perhatian besar agar segenap perubahan tidak membawa guncangan sosial yang tidak tertahankan bagi warganya. Buah rasionalitas intelektual Soedjatmoko yang tertuang dalam artikel-artikelnya menyeret para pembacanya untuk menyadari bahwa jalan untuk menjelajahi persoalan sosial kemanusiaan, seperti pembangunan dengan segenap kompleksitasnya adalah masuk ke dalam kesadaran diri, menjadi manusia yang sadar bahwa dalam hubungan antara diri dan realitas sosial, kita akan memasuki medan ketegangan dan dilema sosial antara kesempatan untuk melakukan perubahan dan keterbatasan-keterbatasan sosial yang harus dihadapi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan