Pergeseran paradigma pariwisata menjadi landasan pemikiran bagi para penggerak sektor ini, yang berawal dari paradigma pariwisata massal konvensional hingga berkembang menjadi pariwisata yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini. Ekosistem pariwisata menjadi kerangka analisis bagi seluruh aktivitas pariwisata berkelanjutan, sebab pariwisata tidak dapat berdiri sendiri. Justru pariwisata merajut berbagai sektor lain sehingga bermakna dan mampu memberikan kontribusi nyata. Pariwisata berkelanjutan bertumpu pada empat pilar utama: ekowisata, geowisata, pariwisata bertanggung jawab, dan wisata budaya, yang semuanya berfokus pada ekosistem berbasis masyarakat setempat. Prinsip keberlanjutan mencakup aspek lingkungan, ekonomi, serta sosial budaya dalam ekosistem pariwisata. Ekosistem pariwisata sendiri dapat dipahami sebagai sistem ekologi dalam suatu wilayah geografis, yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara manusia dengan kebudayaannya serta lingkungan biotik dan abiotik. Konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan hadir sebagai respons untuk meminimalkan dampak negatif melalui manajemen risiko, mitigasi, dan penguatan daya dukung pariwisata, sekaligus menjaga agar dampak positif tetap berlanjut di masa kini hingga masa depan.
Kata Kunci: ekosistem, paradigma, pariwisata berkelanjutan, pembangunan pariwisata