Kekuatan militer banyak berperan dalam dunia ketiga, dan interaksinya dengan kekuatan sipil dengan kadar tertentu. Demikian kiranya topik yang diungkapkan Taufik Abdullah dalam Prisma No. 12/1980 lewat artikel “Sipil Militer di Dunia Ketiga: Sebuah Taksonomi Pengantar”. Antara lain ditulisnya di halaman 8, “Jika Birma hampir tak memberikan kemungkinan bagi perkembangan politik sipil, Thailand menjalankan politik benight neglict membiarkan asalkan tak mengganggu, maka Indonesia ‘menjinakkan’nya”.
Kata “menjinakkan” ini mungkin yang paling tepat untuk Indonesia, namun juga mengundang tanda tanya besar untuk memahami maksudnya. Kalau menjinakkan sama artinya dengan menjinakkan seekor harimau, maka orang yang menjinakkan harimau ini akan mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Barangkali Harimau itu akan dipertontonkan dalam SIRKUS yang dibuatnya, dibiarkan pula pada saat itu mengaum, tetapi hanya sekedar untuk menarik penonton bahwa sang penjinak hebat dan tangguh. Keuntungan permainan sirkus terlalu besar dibandingkan dengan uang pembeli daging bagi sang harimau. Jika pada suatu saat penjinak ini tak punya uang, maka harimau ini akan dimakan sendiri, mungkin dijual, mungkin diambil kulitnya, untuk kepentingan perut sendiri. Mustahil bila penjinak akan mengorbankan perut sendiri demi perut sang harimau.
Kalau Indonesia telah menjinakkan kekuatan sipil semacam menjinakkan harimau, maka tak ada artinya “mengaum” dalam masyarakat, karena aumannya hanya sekedar memasuki sirkus demokrasi yang seakan-akan telah berlaku sebagaimana mestinya. Padahal sebenarnya tak lebih dari sirkus yang tak lucu . Oleh karena itu rezim pemain sirkus harus ditolak dari negeri ini, karena ia telah membatasi gerak dengan arena sirkusnya, sedangkan gerak yang boleh dilakukan hanya mengikuti isyarat sang penjinak. Sikap mental ini harus diubah mutlak. Harus diganti dengan sikap mental yang berpandangan bahwa kebahagiaan masyarakat adalah kebahagiaan kami, kebahagiaan kami adalah kebahagiaan masyarakat.
SUHARDJO HS. Fakultas Pertanian Dep. Statistika dan Komputasi IPB, Bogor