Mengapa tidak banyak pengusaha pribumi? Mengapa kelihatannya seolah-olah jauh lebih banyak pengusaha non-pribumi di Indonesia? Penulis tidak melihat faktor rasial sebagai penyebab. R.A.J. Kaptin Adisumarta mengajukan tesis bahwa tantangan jauh lebih menentukan bagi ada atau tidaknya pengusaha. Tantangan itu begitu pentingnya sehingga hanya kaum perantau yang menjadi pengusaha berhasil baik itu pribumi maupun non-pribumi. Yang berhasil di Jakarta adalah pengusaha yang bukan kelahiran Jakarta. Pengusaha Cina pun bukan Cina kelahiran Jakarta. Tetapi tantangan yang besar di Jakarta menggubahnya menjadi manusia pengusaha.