Usaha merebut kemerdekaan beberapa tahun yang silam, kini cenderung diperingati dengan mengembalikan kenangan orang pada situasi perang dan gerilya. Setelah hampir lebih dari tiga dasawarsa masa tersebut kita lewati, agaknya perlu ditengok kembali, apakah yang terjadi di negeri kita pada masa itu.
Seorang pelaku sejarah di masa itu, Roeslan Abdulgani, mengatakan bahwa penjungkir-balikan keadaan sebagai hakekat suatu r evolusi, memang ada. Revolusi terjadi waktu itu, katanya, dan ia bukan atas dasar keinginan mengusir penjajah saja. Ia bersifat lebih fundamental dari itu untuk sistem kemasyarakatan. Yang berperan di saat tersebut menurut tokoh yang setelah kita merdeka, berkali-kali menduduki kursi menteri dan duta besar itu, adalah semua kekuatan: politisi, pemuda, kekuatan bersenjata, dan—yang tak boleh diabaikan—adalah massa rakyat yang merasakan pahitnya tertindas di zaman kolonial.
Dalam “Dialog” kali ini, Roeslan Abdulgani mengungkapkan berbagai hal bagi siapa saja yang ingin mempelajari kembali sejarah revolusi kita, sejarah Indonesia. Redaksi.
