Sejak merdeka tidak ada kemungkinan lain bagi Indonesia selain mempercepat perkembangan kebudayaan moderen. Di dalam kecepatan lalulintas dan komunikasi berkat kemajuan ilmu dan teknologi, bangsa-bangsa serta kebudayaan dunia bercampur aduk sesamanya. Batas dan struktur-struktur lama kini sudah terlampau kecil dan retak di sana-sini, tetapi batas serta struktur baru buat menampung soal-soal masyarakat belum kunjung terbentuk. Sutan Takdir Alisjahbana menulis, Indonesia—yang kebudayaannya hanyalah suatu cabang dari suatu dialek kebudayaan dunia—perlu belajar dan bekerja keras untuk menyongsong masa datang.