
David S. Gibbons, Rodolphe de Koninck dan Ibrahim Hasan, Modernisasi Pertanian, Kemiskinan dan Ketidaksetaraan: Dampak Distribusi Revolusi Hijau di Wilayah Malaysia dan Indonesia, (Farnborough: Teakfield Limited, 1980), 225 halaman.
Buku ini berisi suatu hasil penelitian komprehensif tentang aspek revolusi hijau terhadap tingkat hidup petani. Landasan hipotesa pokok yang dipakai antara lain, benarkah revolusi hijau mendorong bertambah jeleknya ketimpangan kehidupan petani di pedesaan? Dengan demikian nampaknya penulis buku ini ingin menjawab isyu lama yang tetap menarik, yaitu konflik antara tujuan-tujuan efisiensi dan pemerataan. Issue ini memang tetap menarik, lebih lagi pada PELITA III ini di mana Pemerintah memberikan bobot yang lebih berat ke arah pemerataan.
Untuk menjawab hipotesa yang ditetapkan, penulis buku ini menggunakan responden petani padi dan karet di Aceh dan Malaysia dan menggunakan indikator-indikator yang dianggapnya sebagai variabel yang memiliki pengaruh terhadap kenaikan produktivitas pertanian, pemerataan pendapatan dan kemiskinan. Indikator tersebut adalah “kemajuan teknik” (kemajuan teknis) dan “kemajuan sosial” (kemajuan sosial). Indeks dari “kemajuan teknik” berusahatani dijelaskan dan diuraikan dengan cukup menarik di Bab II sampai dengan VI berikut uraian tentang apakah bantuan Pemerintah melalui program BIMAS ikut berperan dalam kemajuan teknik berusahatani ini. Indeks yang dipakai adalah indeks “non-parametric statistics” dari tiga kelompok variabel, yaitu (a) Penggunaan input usahatani, seperti bibit unggul, pupuk, (b) cara berusahatani, seperti penggunaan traktor, teknik menyadap karet, (c) entrepreneurship, seperti penggunaan tenaga kerja yang disewa, tingkat komersialisasi. Sedangkan indeks “kemajuan sosial” meliputi, antara lain (a) status penguasaan tanah, (b) status penguasaan rumah dan alat transportasi, (c) kesejahteraan, pendidikan, macam pekerjaan, (d) kualitas hidup yang diukur dengan tingkat kesehatan dan (e) budaya politik, misalnya bagaimana sikap responden terhadap political awareness, political efficasy dan evaluasi politik.