Menjelang Pemilihan Umum 1982, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali dilanda konflik interen. Menurut Fachry Ali dan Iqbal A. Saimima, ada korelasi antara sistem politik nasional dan kemunculan pemimpin-pemimpin PPP dan konflik dalam tubuhnya. Agama hanya berperan sebagai media sementara untuk meredam konflik. Menjelang pemilihan umum 1982, ia mungkin tetap jadi tema politik dalam menarik massa, tetapi para ulama yang mempunyai massa agama tersingkir terlebih dahulu.