Hanya sedikit pengamat yang bersedia mempertimbangkan secara serius bahwa Amerika Serikat dan Indonesia menunjukkan persamaan-persamaan dalam gagasan mengenai kebudayaan masyarakat dan kebangsaan. William H. Frederick dalam tulisan ini menyebut, salah satu ironi yang mungkin perlu dipahami, baik oleh orang Amerika maupun Indonesia di masa depan adalah bahwa ide na-tion atau “kepribadian nasional” menurut sifatnya adalah samar-samar, idealistis dan romantis. Pada saat orang terlalu keras mencoba untuk mendefinisikannya, tulis Frederick, ia menghilang.