Prisma

Strategi Ketenagakerjaan dan Sumber Daya Manusia*


* Makalah ini adalah perbaikan prasaran yang penulis sampaikan dalam Sidang Pleno ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) di Yogyakarta tanggal 10-12 Desember 1981. Penulis berterima kasih kepada peserta sidang ISEI atas kritik, komentar, dan saran perbaikan terhadap makalah semula, terutama kepada Kartomo Wirosuharjo (UI), Muwardi Yunus (Universitas Andalas), Sayuti Hasibuan (Bappenas), Payaman Simanjuntak (Departemen Tenaga Kerja Transmigrasi), dan Suharsono Sagir (Universitas Padjadjaran).

Mitos yang menganggap modal (dan teknologi) sebagai satu-satunya mesin penggerak pembangunan kini mulai berkurang pamornya. Sebagai gantinya kini muncul pandangan bahwa keberhasilan pembangunan terutama di negara-negara yang memiliki ciri surplus-labour, terletak pada variabel sumber daya manusia dan variabel kelembagaan. Mengingat potensi sumber daya manusianya yang besar, maka Hidayat menganggap strategi pembangunan yang paling sesuai untuk Indonesia pada masa mendatang ialah strategi yang berlandaskan pendekatan sumber daya manusia dan kelembagaan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan