DEPOK, JURNAL PRISMA — Tradisi intelektual dan produksi pengetahuan kini menghadapi tantangan besar dalam menavigasi kebijakan publik di tengah dinamika demokrasi Indonesia yang kian kompleks. Peran media ilmiah dan jurnal pemikiran kritis menjadi krusial untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berpijak pada landasan kajian yang tajam dan aktual.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ke kantor LP3ES-Jurnal Prisma yang berlangsung di Depok, Rabu(14/1/2026). Pertemuan ini dirancang sebagai ruang audiensi untuk memaparkan profil serta kerja strategis LP3ES-Jurnal Prisma dalam mengawal isu-isu strategis nasional.

Sebagai salah satu pilar pemikiran kritis di Indonesia, Jurnal Prisma berkomitmen membagikan materi dan tema yang relevan dengan permasalahan aktual yang dihadapi pemerintah saat ini. Fokus utama dalam pertemuan mendatang adalah pelaksanaan Diskusi Terpumpun antara mahasiswa dengan para peneliti LP3ES dan pengelola Jurnal Prisma terkait persoalan bangsa Indonesia secara khusus berkaitan dengan Pilkada Tidak Langsung.
Dialektika ini bertujuan untuk mendapatkan umpan balik, kritik, serta perspektif kebijakan yang mendalam terkait isu strategis yang termuat dalam Manifesto 5 dari HIMAPOL UNAIR dan perkenalan LP3ES-Prisma sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Melalui sinergi ini, diharapkan produksi pengetahuan tidak hanya berhenti di lingkungan akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan demokrasi dan perbaikan kebijakan publik di Indonesia.
(Redaksi Prisma)
