Selama lima belas tahun terakhir ini pelaksanaan pembangunan Indonesia, menurut Dawam Rahardjo telah ditandai oleh lima ciri, yaitu munculnya kekuatan ekonomi sebagai dinamisator perubahan, menonjolnya peranan pemerintah dan militer dalam pembangunan, serta meluasnya kesempatan bagi kekuatan ekonomi internasional untuk berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Kesemuanya merupakan manifestasi sikap pragmatisme yang ditempuh pemerintah Orde Baru. Kini, baik karena dinamika tuntutan masyarakat di dalam negeri maupun karena resesi ekonomi yang melanda dunia, agaknya diperlukan penilaian kembali terhadap arah GBHN 1983.