Konsepsi pembangunan di pedesaan belum banyak bergeser dari pengertian moderenisasi desa dengan segala konsekuensinya. Sjamsoe’oed Sadjad mengemukakan bahwa industrialisasi pedesaan diharapkan seperti pisau bermata dua, di satu sisi secara material dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, di sisi lain sekaligus dapat merombak sifat konservatismenya. Komersialisasi pertanian melalui Bimas, ternyata hanya petani elitlah yang dapat menikmati hasilnya, oleh sebab itu industrialisasi seharusnya memiliki target group yang bukan stratum elite pedesaan, melainkan stratum non pertanian yang justeru jumlahnya terbesar