Hasil perkebunan dan persawahan Jawa, serta rempah-rempah dari luar Jawa di samping hard currency Aceh pernah membuat kepulauan Nusantara disegani dalam perdagangan internasional. Onghokham dalam tulisan ini menyebutkan, mentalitas priyayi Jawa lebih memilih gaji bulanan dan melakukan pemborosan daripada mengelola tanah, menyebabkan kekuasaan mereka dalam perdagangan internasional ini makin merosot, bahkan hampir tidak punya arti. Namun tanpa pemborosan itu mungkin kita tidak akan pernah melihat kraton yang megah, atau tari-tarian Jawa yang indah.