Kerajinan pada mulanya dikembangkan secara sengaja ketika kehidupan rakyat mulai merosot dan juga lambat laun dikembangkan secara terencana sebagai alternatif terhadap pertanian. Sejak abad dua puluh kerajinan menjadi satu sektor ekonomi yang penting. Namun, menurut Soeri Soeroto, sikap yang tidak lugas, sebagai seorang pengusaha masih terdapat dalam banyak pengrajin. Sikap kurang businesslike yang didasari oleh paham lama – rugi uang tak apa asal dapat teman – juga membuat mereka menghindari persaingan dengan sesama rekan usaha. Mungkin ini bisa menjadi penghambat bagi perkembangan kerajinan.