
Barbara Rogers, Domestikasi Perempuan, Diskriminasi dalam Masyarakat Berkembang, (London: Kogan Page, 1980), 200 halaman.
“Ah, kebanyakan dari mereka diam di rumah saja, tidak bekerja”, ujar seorang kepala kampung di daerah kabupaten Lombok Barat, tatkala saya menanyakan kepadanya pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh para wanita di kampungnya yang tergolong miskin. Terpaku sejenak saya mendengarkan pernyataan yang diutarakan penuh keseriusan itu, meskipun saya menyadari bahwa jawabannya adalah stereotip untuk ideologi umum yang padat dengan prasangka maskulin (male bias) di samping prasangka elite. Beratnya beban pekerjaan wanita, terutama di daerah pedesaan dan di lapisan masyarakat terbawah, tidak nampak karena terselubung di bawah selimut ideologi dominan ini.