Prisma

Penelitian dan Kemampuan Ilmu-ilmu Sosial: Pelajaran dari Seminar Orientasi Sosial Budaya*

Antara penelitian sosial, pengembangan serta peningkatan kemampuan ilmu-ilmu sosial terhadap hubungan timbal balik. Hasil suatu penelitian sosial diandaikan akan menyumbang peningkatan kemampuan ilmu sosial. Sebaliknya, berhasil atau tidaknya, sangat tergantung dari kemampuan yang ada. Hubungan mana yang lebih kuat dan menentukan, hanya dapat dilihat kasus per kasus. Menyoroti hasil penelitian orientasi sosial budaya yang diselenggarakan LIPI, Ignas Kleden berusaha menunjukkan bagaimana kedudukan penelitian sosial, dan ada tidaknya peranannya terhadap peningkatan kemampuan ilmu-ilmu sosial di Indonesia.


* Seminar tentang hasil penelitian tahap III ini diadakan di Banjarmasin, 28 November — 1 Desember 1983, dalam kerjasama antara LIPI dan IAIN Antasari, Banjarmasin. Hasil-hasil penelitian di sembilan daerah penelitian yang dibahas dalam seminar ini adalah tentang: — Bahasa, kesenian dan permainan sebagai ungkapan simbolik aspirasi masyarakat dan sebagai wahana enkulturasi. — Makna agama. — Makna hidup dan fungsi kerja. Dalam tulisan ini masalah bahasa, kesenian dan permainan tidak ditinjau, karena dalam seminar tidak disertakan makalah tentang penelitian lapangan yang dapat dijadikan bahan bandingan. Dengan demikian tinjauan ini akan membatasi diri pada hasil penelitian tentang makna agama, makna hidup dan fungsi kerja.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan