Pembangunan ekonomi ternyata membuka kenikmatan hidup. Seluruh lapisan masyarakat, terutama kaum gahari dan digung, yang menurut istilah Sudjoko adalah kelas menengah dan atas, mencoba untuk mencicipinya. Media massa mempunyai andil dalam penyebaran gaya hidup lapisan atas yang penuh pemborosan itu. Pendidikan yang diharapkan dapat mencerdaskan manusia dan melepaskan diri dari kejelataan, nampaknya hanya berfungsi mengangkat orang untuk masuk ke kelas menengah, atau malahan melompat tinggi ke kelas atas. Menjamurnya perkumpulan yang hanya punya pengurus atau papan nama, serta acara seremonial bersifat feodalistis mewarnai langgam hidup masyarakat menengah atas.