
M.A.W. Brouwer,Psikologi Fenomenologis, (Jakarta: Penerbit PT. Gramedia, 1983), X + 203 halaman
“Sering dikatakan bahwa fenomenologi sudah mati. Benar bahwa akhir-akhir ini tidak lagi diterbitkan banyak buku yang memakai metode fenomenologis” (hal. 4-5). Memang tidak sedikit pertanda menunjukkan bahwa masa keemasan fenomenologi sudah lewat. Apalagi, boleh ditambah, penerapan metode fenomenologi pada psikologi. Di bidang filsafat masih diterbitkan cukup banyak buku yang membicarakan fenomenologi, khususnya dari sudut pandangan historis dan komparatif. Tetapi dalam psikologi rupanya nama “fenomenologi” praktis tidak didengar lagi. Namun demikian, itu tidak berarti bahwa fenomenologi tidak memainkan peranan lagi dalam psikologi. Memang sebagai “mode” atau aliran yang sedang dalam riwayatnya sudah habis, tetapi ia masih hidup terus sebagai endapan dari suatu corak berpikir yang memiliki nilai tetap. Tidak sedikit pandangan dan keyakinan yang sebetulnya berasal dari fenomenologi, sekarang diterima begitu saja dalam psikologi (yang dimaksudkan di sini tentu saja aliran-aliran yang tertentu dalam psikologi; behaviorisme ekstrem’kan tetap sama sebelum dan sesudah fenomenologi), barangkali tanpa disadari dan pasti tanpa dipersoalkan. Dan hal yang sama sering terlihat dalam cakrawala filsafat dan ilmu pengetahuan. Kejayaan suatu aliran baru sesudah beberapa waktu akan pudar, tetapi yang bernilai di dalamnya tetap membekas dalam filsafat atau ilmu pengetahuan selanjutnya