Prisma

Agama, Negara dan Formasi Sosial*

Pelajaran dari sejarah politik pra-kemerdekaan adalah bahwa agama dapat menjadi panji perjuangan rakyat kalau ia memiliki analisa yang tepat mengenai formasi sosial yang ada dan menggunakan ideologi berdasar kelas. Kegagalan Sarekat Islam dalam masa pergerakan dulu, selain disebabkan kurangnya pengalaman dan tak siap menghadapi ideologi kelas yang sekuler juga karena SI dicegah menggunakan ideologi kelas oleh ajaran Islam. Posisi politik umat Islam sesudah 1945 menurut Kuntowidjojo, telah teralienasi: kemerosotan ekonomi dan sosial diderita umat. Tampaknya perkembangan ke arah masyarakat berkelas senantiasa disertai dengan alienasi politik agama. Yang sekarang merupakan masyarakat kapitalis, sedang dulu adalah masyarakat upeti.


* Tulisan ini merupakan terjemahan kuliah Dr. Kuntowijojo di Faculty Center, Universitas Filipina, Manila, pada 22 Februari 1984 dengan dukungan Jurusan Sejarah, Kolese Ilmu Sosial dan Filsafat, Universitas Filipina.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan