Nasib manusia dan arah perkembangan masyarakat memang pada mulanya merupakan pokok permasalahan para perintis ilmu sosial dan pemikiran pembangunan. Pada dekade 1970-an ilmu sosial dan pemikiran pembangunan digugat oleh nasib buruk yang menimpa sebagian besar umat manusia, terutama di kawasan Dunia Ketiga. Farchan Bulkin mencoba melacak dasar dan akar pemikiran yang membawa ilmu sosial dan pemikiran pembangunan ke dalam posisi tergugat. Pemahaman parsial masyarakat industri tanpa mentransen kepentingan-kepentingan yang ada di dalamnya, ditunjukkannya sebagai sumber kesulitan untuk berbicara mengenai nasib manusia dan arah perkembangan masyarakat.