Prisma

Kwee Kek Beng: Dilema Peranakan Berhaluan Nasionalisme Tionghoa

Dalam mencari kedudukan etnis Tionghoa di Nusantara dalam masa penjajahan Belanda, Kwee Kek Beng tampil sebagai tokoh kontroversial yang membela Tionghoa peranakan, namun seakan-akan terombang-ambing dalam pendirian. Konsepsinya mengenai kedudukan Tionghoa peranakan banyak mendapat tantangan dan cemoohan dari berbagai pihak di antara mereka, terutama Tionghoa totok. Dalam mempertahankan pendiriannya itulah, seperti yang ditulis Leo Suryadinata, Kwee terdesak untuk mengambil keputusan yang berlawanan dengan pendiriannya, walaupun melalui surat kabar yang dipimpinnya, dia masih tetap bersuara keras dan tajam.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan