Gambaran yang terpancar dari kepulauan Maluku pada akhir abad XVI adalah potret suatu masyarakat dalam peralihan. Tatanan dan nilai-nilai tradisi sedang dalam proses keruntuhan, digantikan oleh mekanisme baru. Tekanan dari kekuatan baru makin terasa. Salah satu diantaranya ialah kehadiran benteng Portugis di Ambon, yang menjadi pusat perdagangan, kekuatan politik, militer dan gereja. Dalam tulisan ini Paramita R. Abdurachman, menelusuri kembali masa lalu yang diselimuti kabut itu, zaman yang mengundang kehadiran bangsa Barat untuk mencari rempah-rempah, yang membuat keagungan leluhur masyarakat di sana harus menyingkir.
* Artikel ini diterjemahkan dari naskah aslinya yang berjudul “New Winds, New Faces, New For-cess.”