Prisma

Suatu Tatapan Islam terhadap Masa Depan Politik Indonesia

Ikatan keislaman diharap memberikan kontribusi positif bagi kehidupan nasional. Dan itu, tulis Nurcholish Madjid dalam artikel ini, sudah banyak terbukti dalam sejarah Indonesia. Dia juga menguraikan pandangan kaum konservatif dalam melihat kaum modernis, serta usaha pencarian hakekat hubungan antara keislaman dan kemoderenan, yang pada tahap selanjutnya melahirkan apa yang disebut neo-fundamentalisme. Tapi, menurut penulis, neo-fundamentalisme bukanlah masa depan Islam di mana pun, juga tidak untuk Indonesia.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan