Pada tahun 1970-an, terutama ketika tingkat bunga masih rendah, banyak negara mengambil hutang luar negeri yang relatif mungkin terlalu besar. Ada kecenderungan, Dunia Ketiga mengambil hutang jangka panjang yang sekitar 80 % diantaranya berasal dari swasta. Kini, tingginya tingkat bunga menyebabkan angsuran dan bunga hutang itu semakin berat. Tawang Alun dalam tulisan ini mengungkapkan, bahwa hutang luar negeri Dunia Ketiga tersebut membengkak lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan GDP maupun ekspor barang dan jasanya. Diperkirakan sepanjang 1980-an ini Dunia Ketiga membuat penyesuaian yang diperlukan.