Prisma

Dilema Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Pengalaman Ahmad Subardjo

Politik bebas aktif yang secara eksplisit dinyatakan untuk pertama kali pada bulan September 1948 oleh Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri Mohammad Hatta, dalam perjalanannya di kemudian hari mengalami banyak batu sandungan. Ahmad Subardjo, menurut Manuel Kaisiepo dalam tulisannya ini, adalah orang pertama yang mengalami ujian itu ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Menurutnya, kontroversial soal bantuan dalam rangka Mutual Security Act merupakan kasus pertama yang dihadapi Republik Indonesia. Waktu itu Subardjo mendapat kritik keras karena menerima bantuan dari Amerika Serikat tanpa sepengetahuan kabinet.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan