Prisma

Pertekstilan Nasional Indonesia Perkembangan, Kondisi dan Prospeknya

Titik berat pengembangan industri tekstil Indonesia dalam Pelita IV adalah peningkatan ekspor. Dengan kapasitas dan teknologi yang ada sekarang, Indonesia sebetulnya mampu meningkatkan ekspor itu sampai US$ 570 juta per tahun. Namun, ia kini dihalangi oleh kondisi dan semangat proteksionistis dalam perdagangan internasional. Frans Seda melihat, dekade ini, adalah giliran Indonesia, untuk naik ke anak tangga yang lebih tinggi sebagai pengekspor tekstil. Tapi dari sekarang Indonesia sudah harus aktif mempersiapkan konsep dan alternatif pengaturan yang dapat menjamin kepentingan itu secara optimal.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan