Prisma

Belajar dari Teologi-teologi Pembebasan

Teologi pembebasan lahir dengan menitikberatkan perhatian pada rakyat. Seluruh tata budaya masyarakat, menurut pandangan teologi ini, tersusun begitu rupa sehingga menindas kaum miskin. Pendukung teologi pembebasan menginginkan keterlibatan langsung bagi orang miskin. Menurut J.B. Banawiratma, teologi pembebasan gelombang pertama itu tidak mampu melibatkan kelompok kelas menengah di tengah kehidupan rakyat kecil, sehingga melahirkan teologi pembebasan gelombang kedua. Di berbagai tempat tumbuh gerakan-gerakan populis, seperti di Amerika Latin dan Asia, yang memberi perhatian khusus pada tradisi dan nilai asli masyarakat.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan