Kecenderungan perkembangan masyarakat dan kebudayaan tradisional tetap berlangsung di kalangan penduduk asli Bengkulu. Namun dalam 10 sampai 15 tahun belakangan ini, pengaruh asas kebudayaan tradisional di sana berkurang cepat sekali. Pilihan sulit — bagi pemerintah, risiko berkurangnya atau hilangnya keberanekaan kebudayaan Indonesia, dan juga risiko tidak dapat dipergunakannya daya perkembangan kemasyarakatan dan kebudayaan untuk melancarkan pembangunan, menurut J.J.J.M. Wuisman, terletak pada pengertian dasar bukan ilmiah yang diberikan pada istilah “kebudayaan Indonesia” — yakni “bayangan masa depan”.