Revolusi Indonesia bertipe revolusi tanpa “text book” dan berjalan mengikuti perkembangan keadaan. Tapi revolusi ini tidak kehilangan maknanya, kendati tercetus dalam situasi kekosongan kekuasaan. Revolusi Indonesia juga berakar pada gagasan yang lahir pada zaman pergerakan nasional. Hanya saja, menurut Onghokham, makna revolusi Indonesia mengandung bahaya dimanipulir untuk tujuan politik praktis dan digunakan untuk mencari legitimasi atas kedudukan dan peran oleh kelompok tertentu, baik sekarang maupun masa mendatang. Kecenderungan ini dapat menjalar ke bidang akademis, terutama penelitian dan penulisan sejarah.