Sebuah Kebutuhan Strategik Dunia Ketiga*
Dari pengamatan terhadap sejumlah negara Dunia Ketiga, keterbelakangan sektor kependidikan di banyak negara Dunia Ketiga umumnya bukan karena usangnya infrastruktur pendukung atau terbatasnya biaya namun oleh terbelakangnya konsep dasar. Karena itu Winarno Surakhmad mempertanyakan apakah tidak sudah waktunya, dan lebih strategis untuk meluruskan reformasi kependidikan dengan usaha meluruskan persepsi, konsepsi dan aspirasi kependidikan. Bila demikian, apakah pengembangan ilmu kependidikan baru, yang secara sadar dan sistemik terpadu dengan pembangunan, tidak merupakan salah satu usaha yang strategis?
* Artikel ini dilatarbelakangi dua tulisan yang berhubungan erat satu sama lain: “Demitalogisasi Sektor Pendidikan” (Kompas, 3 April 1985) dan “Educational Reform The Melioristic Way: A Dead-End Approach” (Prisma, No. 38, Desember 1985).