Dalam dasawarsa terakhir ini pada khususnya sangat sulit untuk menemukan anak berusia sekolah yang tidak sekolah. Penulis A. Pryosusilo yang hidup dan bekerja di desa menceritakan dalam tulisan ini. Anggapan pada masa pra-kemerdekaan bahwa pendidikan milik golongan yang beruntung telah berganti dengan harapan bahwa pendidikan akan menuju keberuntungan. Akhir-akhir ini, orangtua-orangtua telah mulai menghubungkan pendidikan dengan kemajuan sosial dan ekonomi sehingga mendorong anak-anak mereka agar tetap bersekolah. Baik orang tua maupun anak kini menganggap sekolah sebagai pembuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan di luar bidang pertanian desa dan dengan demikian merupakan suatu jalan keluar dari keruwetan ekonomi yang selalu membayangi mereka.