Dalam tulisan ini Sjahrir menelaah hubungan antara ide, rencana dan implementasi rencana pembangunan Indonesia: mulai dari rencana yang dibuat Panitia Siasat Pembangunan Ekonomi (1947), sampai Repelita III (1979-1984). Disimpulkan, ada baiknya Repelita selanjutnya lebih menguatkan bergeraknya isyarat mekanisme pasar dalam upaya pencapaian efisiensi; alokasi sumber daya alam dan manusia. Penerapan berbagai ide, teori dan metodologi janganlah membuat rencana pembangunan justeru menjadi tidak konsisten karena terlalu banyaknya pertimbangan nonekonomis dalam proses pembuatan Repelita V dan rencana berikutnya.