
Dr. Jan Breman dari Universitas Rotterdam telah meneliti persoalan perkembangan penguasaan tanah dalam abad XIX dan XX oleh para petani di Cirebon. Ada berbagai masalah yang penting dan yang sampai kini masih relevan.
Abad-abad XIX dan XX mencatat terbentuknya negara moderen yang kuat dan terpusat dalam organisasinya. Dengan sendirinya politik kolonial menentukan nasib para petani. Namun pemerintah kolonial sendiri sering merasa tidak bertanggungjawab atas merosotnya kemakmuran rakyat, dan ia menyalahkan kenaikan jumlah penduduk, menyalahkan para lintah darat yang meminjamkan uang kepada para petani dengan bunga tinggi, para pedagang Cina, para pejabat setempat (pribumi) yang korup, ataupun para usahawan Eropa (pabrik dan perkebunan gula) dan seterusnya. Kenyataan ini menyebabkan para petani terseret dalam keadaan seperti dijelaskan oleh Komisi Kemunduran Kemakmuran Rakyat Jawa dan Madura” yang didirikan oleh Hindia Belanda pada tahun 1990, dan bukan karena politik kolonial itu sendiri.