Ada dua kelompok besar model pengukuran produktivitas: ekonomi/akunting, dan engineering. Menurut Matthias Aroef, di Indonesia terdapat berbagai persoalan dalam pengukuran produktivitas itu. Perusahaan di Indonesia amat lemah dalam soal data. Tampaknya, ia tak menggunakan data yang dimilikinya untuk dianalisa bagi pembuatan keputusan manajemen. Data yang terdapat di perusahaan bisa lebih dari satu set. Istilah-istilah ongkos atau data yang tersedia pun amat beranekaragam. Pengukuran produktivitas, memang tak bisa langsung dilaksanakan. Kita memerlukan pengalaman lapangan dan penyesuaian untuk sampai pada model dan prosedur pengukuran yang memadai.