Prisma

Minyak, Stabilisasi dan Restrukturisasi Perekonomian Indonesia

Upaya menciptakan kembali mekanisme pasar yang efisien sejalan dengan memburuknya harga minyak merupakan terobosan yang cukup struktural sifatnya. Dari sinilah diharapkan adanya interaksi antara sektor luar negeri, sektor riil, dan sektor moneter perbankan untuk mengantisipasi gejolak perekonomian.

MINYAK dan perekonomian Indonesia dapat dianalogikan sebagai sisi kembar dari sekeping mata uang. Analogi ini menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara keduanya. Awal mula eratnya keterkaitan tersebut adalah sejak ledakan harga minyak pertama pada tahun 1974. Peranan minyak dalam komposisi ekspor Indonesia serta sumbangannya dalam sisi penerimaan anggaran pemerintah meningkat hingga mencapai di atas 60% sejak ledakan harga minyak tersebut.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan