Prisma

Pergeseran Nilai Tukar dan Pengaruhnya terhadap Hutang Luar Negeri Indonesia

Langkah yang kini dapat diambil untuk mengatasi situasi tidak menguntungkan, kiranya berupa restrukturisasi dan rescheduling hutang luar negeri, serta memperlancar penggunaan dana bantuan luar negeri yang belum terpakai. Usaha meningkatkan ekspor nonmigas melalui perbaikan iklim usaha dan investasi juga penting.

BERKEPANJANGANNYA pertumbuhan ekonomi yang rendah sejak tahun 1982, terutama akibat melemahnya pasaran minyak bumi di dunia, membawa berbagai konsekuensi ekonomi sosial yang dapat menghambat pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi mutlak dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1,5 hingga 2 juta orang angkatan kerja baru yang setiap tahun memasuki pasar kerja. Dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah — untuk tahun 1986 diperkirakan tidak lebih baik dari angka tahun 1985 (1,9%) — maka bisa diduga, masalah pengangguran dan setengah menganggur yang memang cukup rawan, menjadi lebih gawat dengan berbagai konsekuensi sosial yang buruk.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan