Prisma

Aksi dalam Ruang Politik: Orientasi Baru Gerakan Mahasiswa Kontemporer di Indonesia

Eksistensi gerakan mahasiswa di Indonesia memainkan peran penting dalam periode tertentu yang membuahkan atribusi “angkatan.” Bersumber hal tersebut, diskursus pengetahuan yang berangkat dari gerakan mahasiswa selama ini memunculkan dua dikotomi orientasi yang saling berlawanan. Pertama, orientasi afirmatif yang menempatkan pembentukan impresi agensi heroisme melekat kuat pada gerakan mahasiswa. Kedua, orientasi negasional yang berfokus pada peretasan bentuk gerakan mahasiswa bersendikan trajektori yang pada akhirnya merupakan “bangunan mitos” belaka. Dengan pendekatan ekonomi-politik dan meletakkan artikel “Mahasiswa sebagai Agen Perubahan” oleh Chris Wibisana (Prisma, Vol. 42, No. 2, Thn 2023, hal. 54-65) sebagai objek kritik, tulisan ini menawarkan konsep “orientasi baru” gerakan mahasiswa sebagai hasil dari dialektika kritis dengan menjaga jarak sekaligus melampaui orientasi pertama dan orientasi kedua. Konsep orientasi baru tersebut berupaya menempatkan ulang posisi gerakan mahasiswa kontemporer serta mengakji status mahasiswa sebagai komponen politik kelas dalam struktur relasi ekonomi-politik dalam masyarakat.

Kata Kunci: ekonomi-politik, gerakan mahasiswa, mitos, orientasi baru, politik kelas

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan