Peran kaum muda di negeri ini menurut sebagian peserta diskusi angkatan muda yang diselenggarakan Prisma, tak lepas dari peranan ABRI. Bahkan lebih jauh disinyalir keterlibatan pemuda Angkatan 66 memang sudah dimasukkan dalam grand design ABRI, walaupun dianggap gerakan Angkatan 66 sebagai puncak sejarah pemuda di zaman Orde Baru. Karena itu ada di antara peserta diskusi yang berpendapat, Angkatan 66 waktu itu tetap sebagai penerus peran pemuda dari zaman sebelumnya.
CATATAN sejarah angkatan muda Indonesia era 1970-an dan sesudahnya bagaikan jadi bukti bahwa citra diri kaum muda yang dibangum aktivitas mereka dalam beberapa dasawarsa sebelumnya bisa jadi hanya sekedar sebuah mitos yang berlebihan. Peristiwa-peristiwa yang menyertakan kehadiran angkatan muda pada 1974 dan 1977/ 1978, menghadapkan mereka pada kenyataan yang lain. Berbagai tindakan dan kebijaksanaan yang mengiringi pergolakan kampus 1978 seakan-akan memperdengarkan lonceng kematian bagi gerakan kaum muda: ada penangkapan, Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) mulai diperkenalkan, dewan mahasiswa dibubarkan, ada pula sanksi akademis berupa skorsing serta pemecatan. Dan keadaan memang jadi berbeda setelah konsep depolitisasi-transpolitisasi diterapkan.