Prisma

Sartono di Panggung Politik Indonesia

Mr. Sartono sangat ikhlas serta sayang terhadap kawan perjuangannya, demikian tulis Ruben Nalenan. Dia biasa menyerahkan kehormatan pada Bung Karno, dan berada di belakang kelir saja, kendati sangat tegar dalam cita-cita nasionalnya. Ia menentang perjanjian Linggajati dan Undang-Undang Uni Indonesia-Belanda. Raden Mas Sartono, sang pangeran dari Mangkunegaraan Solo ini, berjiwa kerakyatan.

RUANG tamu ini agak sempit. Ia menyatu dengan kamar makan dan dapur, dalam bekas sebuah garasi mobil rumah nomor 78 di Jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat. Banyak tetangganya yang tak tahu siapa yang tinggal di tempat itu. Tapi sebuah foto keluarga dan surat penganugerahan Bintang Maha Putera Kelas II yang tersimpan rapi di dalam kaca, seakan-akan bercerita tentang riwayat si tuan rumah.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan