Prisma

Menuju Kemandirian Pesantren dan Pembangunan Desa

Peranan pesantren bukanlah tanpa batas. Sepanjang yang menyangkut pembangunan dengan konteks pedesaan, agraris, dan teknologi sederhana, pesantren merupakan tempat pesemaian yang baik. Para santri dan lembaga pesantren sendiri, merupakan agen yang sesuai dengan tingkat kemajuan semacam itu. Namun, kita ingin mencatat agar pesantren yang sekarang jangan dijadikan satu-satunya model yang terlalu diidealisasikan menjadi sebuah mitos.

Kerangka Pemikiran

PESANTREN sebagai lembaga pendidikan dan lembaga sosial tumbuh diam-diam di pedesaan dan di perkotaan. Jumlah itu pun ternyata meningkat dari tahun ke tahun. Dalam catatan Departemen Agama pada tahun 1977 ada 4.195 buah pesantren dengan santri sebanyak 677.384 orang. Jumlah itu meningkat menjadi 5.661 pesantren dengan 938.397 santri pada tahun 1981.1 Dapat diperkirakan jumlah itu sekarang lebih tinggi, sekalipun angka-angka resmi tidak selalu tersedia.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan