Pengalihan Industri Gula ke Luar Jawa
Kondisi yang menghasilkan efisiensi dalam produksi gula seperti yang pernah dialami pada zaman Hindia Belanda – termasuk persediaan yang cukup dan mudah akan lahan, air dan tenaga kerja – tidak lagi terdapat di Jawa, dan juga tidak tercipta di luar Jawa. Spesialisasi regional dalam produksi gula di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi tidak banyak menyumbang kepada otonomi ekonomi regional dan begitu pula bagi perkembangan ekonomi nasional.
MAKALAH ini mengaji pengembangan industri gula sentrifugal di beberapa lokasi di luar Jawa dalam beberapa tahun terakhir ini, serta menelaah sejauh mana industri ini telah, atau dapat menjadi alat efektif bagi pengembangan regional, dan karenanya pula, bagi pengembangan nasional. Diakui pula kurangnya informasi yang mendasari pendapat-pendapat yang diutarakan, namun disimpulkan secara hati-hati bahwa industri ini secara umum tidak merupakan sumbangan yang berhasil bagi pengembangan regional. Selanjutnya timbul pertanyaan apakah produksi gula di Indonesia, yang dilaksanakan baik di Jawa maupun di luar Jawa dapat dibenarkan atas dasar alokasi sumber daya yang rasional.