Pengembangan teknologi kimia biologis dan perbaikan penyediaan air irigasi dalam kondisi terbatasnya lapangan kerja di luar pertanian, secara relatif meningkatkan bagian hasil untuk menaikkan sewa tanah dan permintaan terhadap tanah. Hal itu berlanjut dengan makin timpangnya distribusi penguasaan dan pemilikan tanah seperti diperlihatkan data statistik dalam beberapa tahun terakhir ini.
SEBAGAIMANA ditetapkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), sasaran pembangunan jangka panjang di bidang ekonomi adalah struktur ekonomi yang berimbang, yaitu keadaan industri yang maju didukung oleh pertanian yang tangguh.
Perubahan struktur ekonomi dapat dilihat dari perubahan struktur kesempatan kerja dan pendapatan. Selama periode 1971-1980 kesempatan kerja secara agregat tumbuh dengan 3,4% per tahun, sektor pertanian tumbuh dengan 1,2% dan non pertanian 5,8% per tahun (Tabel 1). Perbedaan pertumbuhan kesempatan kerja antar sektor ini menyebabkan proporsi orang yang bekerja di sektor pertanian turun dari 67% (pada tahun 1971) menjadi 55% (pada tahun 1980). Namun demikian gambaran ini menunjukkan, sektor pertanian masih merupakan sektor yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja.