Prisma

Keterbelakangan di Dunia Ketiga

Ian Roxborough, Teori-teori Keterbelakangan, (Jakarta, LP3ES, 1986), xxvi + 188 hal.

SEWAKTU kolonialisme masih jaya banyak yang percaya bahwa masyarakat-masyarakat yang kini disebut Dunia Ketiga menjadi terbelakang karena secara intelektual-biologis mereka kalah unggul dibandingkan dengan ras kulit putih yang mendiami bumi belahan utara. Di samping teori ras ini terdapat juga teori yang menerangkan keterbelakangan Dunia Ketiga berdasarkan iklim. Menurut teori ini iklim tropis dan subtropis membawa pengaruh besar terhadap perkembangan di sana. Tanah yang subur membuat manusia tidak usah berpayah-payah memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dan hal ini tidak menimbulkan gairah untuk meningkatkan penguasaan atas alam, melalui pengembangan teknologi. Selain itu, masih terus dilakukan penelitian untuk menjelaskan keterbelakangan yang menimpa masyarakat belahan bumi bagian selatan ini. Di antaranya adalah meneliti kebudayaan masyarakat tersebut. Karya-karya Bronislaw Malinowski, Ruth Benedict, Claude Lavi Strauss dan sebagainya, dapat dikatakan sebagai usaha memperdalam penelitian masyarakat yang terbelakang di bidang antropologi. Menurut Gunnar Myrdal, walaupun mereka bersimpati terhadap masyarakat-masyarakat yang mereka pelajari, tapi tujuannya cenderung mengalihkan masalah kemiskinan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan